Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan yang Penting Diketahui

Pandemik COVID-19 sejak awal tahun hingga saat ini tak kunjung reda. Demi bisa melakukan pencegahan penyebaran virus ini maka perlu menggunakan antiseptik dan desinfektan. Ada beberapa perbedaan antiseptik dan desinfektan yang perlu diketahui oleh masyarakat. Karena sampai saat ini masih banyak yang menganggap kalau dua zat tersebut adalah sama.

Kedua zat kimia ini memang dibuat untuk membunuh kuman dan juga virus. Hanya saja penggunaannya berbeda sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui perbedaan antiseptik dan desinfektan lebih dalam. Tentunya, agar tidak ada yang salah dalam menggunakan dua zat tersebut di masa mendatang.

Fungsi Antiseptik dan Desinfektan

Banyak masyarakat yang selalu menggunakan istilah antiseptik dan desinfektan dengan bergantian karena dianggap keduanya sama. Nyatanya dua istilah tersebut adalah zat kimia yang memiliki fungsi berbeda. Antiseptik merupakan zat kimia yang dibuat untuk membunuh kuman dan bakteri. Dimana hanya bisa digunakan pada bagian luar tubuh atau pemakaian luar.

Sedangkan desinfektan adalah zat kimia yang dibuat untuk membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada permukaan benda mati. Jadi jika ada benda seperti meja, pegangan pintu, saklar lampu, hingga lantai yang terkena kuman dan bakteri bisa disterilkan dengan desinfektan.

Penggunaan Antiseptik dan Desinfektan

Perbedaan selanjutnya dari antiseptik dan desinfektan terdapat pada penggunaannya. Tentu, perbedaan ini akan langsung terlihat dengan jelas. Antiseptik biasanya digunakan untuk mencuci tangan, dan membersihkan permukaan kulit sebelum operasi. Tidak hanya itu saja, antiseptik sangat umum digunakan untuk membersihkan permukaan kulit yang mengalami luka ringan. Bahkan bisa menyembuhkan infeksi kulit ringan hingga infeksi pada rongga mulut.

Berbeda dengan antiseptik, desinfektan hanya bisa digunakan untuk membersihkan atau mensterilkan permukaan benda mati. Jadi bisa digunakan untuk pel lantai, lap meja, dan atau menyemprot benda-benda yang sering disentuh. Ada juga desinfektan yang digunakan untuk membersihkan kain yang terkena bakteri dan kuman, serta alat medis yang selalu digunakan.

Jenis Antiseptik Dan Desinfektan

Antiseptik dan desinfektan merupakan dua zat yang memiliki fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, jenis-jenis dari kedua zat tersebut sangat berbeda pula. Di bawah ini ada ulasan perbedaan antiseptik dan desinfektan yang dilihat berdasarkan jenisnya.

1. Antiseptik

Dilihat dari penggunaanya, antiseptik ini memberikan banyak manfaat untuk mensterilkan bagian tubuh. Lalu apa saja jenis-jenis antiseptik itu sendiri? Beragam antiseptik yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari memiliki kemasan dan jenis yang berbeda. Apa saja itu:

  • Chlorhexidine, berbentuk cair dan sering dimanfaatkan untuk mengobati luka yang terbuka pada kulit
  • Antibacterial dye, dibuat untuk merawat luka yang diakibatkan api atau luka bakar dan juga karena jatuh
  • Peroxide dan permanganate, lebih sering dijumpai pada obat yang untuk kumur dan juga untuk luka terbuka
  • Turunan halogenated phenol, biasanya ada pada sabun yang digunakan tim medis di rumah sakit juga untuk cairan pembersih alat medis
  • Povidone iodine, sangat umum digunakan untuk membersihkan luka yang terkontaminasi kuman dan bakteri bahkan untuk kulit sehat
  • Alkohol konsentrasi 60%-70%, merupakan jenis antiseptik yang kerjanya lebih efektif jika dibandingkan dengan alkohol dengan konsentrasi diatas 90%

2. Disinfektan

Desinfektan ini memiliki beragam jenis sama halnya dengan antiseptik. Untuk lebih jelasnya ada pada ulasan di bawah ini agar bisa lebih  mudah membedakan antara antiseptik dengan desinfektan itu sendiri.

  • Glutaraldehyde 2%, digunakan pada benda mati khususnya alat operasi yang tidak bisa disterilkan dengan air panas.
  • Chloroxylenol 5%, umumnya dicampur dengan alkohol 70% kemudian digunakan untuk mensterilkan alat medis
  • Chlorine, nama lainnya kaporit yang biasa digunakan membersihkan air kolam renang namun bisa juga untuk mengelap permukaan benda lain

Efek Samping Antiseptik dan Desinfektan

Perbedaan selanjutnya ada pada efek samping penggunaan antiseptik dan disinfektan. Ragam jenis antiseptik dan desinfektan yang memiliki kadar tinggi bisa membuat kulit terbakar. Maka dari itu beberapa jenis zat kimia tersebut harus dilarutkan atau diencerkan dengan air sebelum digunakan.

Meski demikian resiko iritasi tetap harus diwaspadai. Jadi usahakan untuk tidak membiarkan zat kimia ini menempel pada kulit dalam waktu lama khususnya desinfektan. Untuk antiseptik lebih baik gunakan pada kulit sehat atau kulit dengan luka ringan saja.

Sebaiknya sediakan selalu antiseptik di dalam tas yang dibawa pergi dan di rumah. Sehingga saat selesai menyentuh sesuatu bisa langsung membersihkan tangan. Desinfektan juga baiknya selalu ada di rumah agar lingkungan terjaga kebersihannya.

Tags: